28. PULANG TANPA JEJAK Saat Akal Patah dan Hati Menyerah

“Wahai Diri…

Engkau tersesat bukan karena kehilangan arah, tetapi karena engkau terlalu yakin dengan arah yang kau pilih sendiri.”

Berhenti berlari,

AL-HAQ tidak ditemui dalam kepantasan, tetapi dalam diamnya penyerahan.

Hati yang sesak dengan “Aku” adalah penjara tanpa jeruji,

Tuhan tidak berkongsi takhta,

Mati sebelum mati, atau hiduplah dalam bangkai dirimu sendiri.

Engkau mencari jalan pulang tapi membawa beban yang kau panggil ‘amal’,

Ibadah yang kau pamerkan di cermin kebanggaan adalah hutang yang tidak akan lunas.

Luka rindu itu bukan azab—ia adalah pintu,

Cahaya hanya masuk melalui retakan, bukan pada dinding yang tegak sempurna.

Sholawat itu bukan gerak bibir; ia adalah letusan ruh.

Tanpa puji pada yang Esa melalui yang Terpilih Shallallahu ‘alaihi wasallam,

Ilmumu hanyalah debu yang membentuk berhala baharu—Sombong.

Kitab di dadamu tidak menjamin syurga,

Jika sujudmu masih mengharap upah manusia.

Belajarlah menjadi tiada,

Hanya ruang yang kosong mampu menampung samudera.

Akal itu kompas yang patah di hadapan Nur Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jangan cari Guru dengan logika yang cetek;

Basahi lisanmu sehingga wangian Sholawat menjadi titik temu antara kau dan Sang Mursyid.

Ilmu tanpa zikir adalah penjara yang kau bina daripada dalil;

Engkau menghafal semua jenis kunci,

Tetapi tidak pernah membuka pintu hati sendiri.

Zikir tanpa ilmu adalah sebelah sayap yang cuba menunggang badai;

Engkau berpusing-pusing dalam mabuk perasaan,

Menyangka sedang terbang padahal kian menjunam.

Hancurkan keduanya,

Biarkan yang tersisa hanya nafas yang lebur dalam ketiadaan.

Tundukkan dahimu sehingga kau mencium bau tanah asalmu.

Sadarilah, kau hanyalah segenggam debu yang diberi nyawa untuk sujud,

Dalam ketiadaanmu di situlah,

Nur Baginda Shallallahu ‘alaihi wasallam menyata.

Yu akhiri dengan membaca sholawat:

Jazallahu anna sayyidina Muhammadan sallallahu alaihi wasallama ma huwa ahluh

Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada pemimpin kita Nabi Muhammad ﷺ atas jasa-jasa beliau kepada kita, dengan balasan yang selayaknya (paling layak) beliau terima

Bacalah sholawat diatas minimal 3x/7x setelah selesai sholat, Fadhilahnya adalah; apabila dibaca dari 1x sholawat akan membuat 70.000 Malaikat kelelahan munuliskan pahalanya. (Kitab Irsyadul ‘ibad Ila sabilir Rasyad),  Juga di Riwayat lain disebutkan. “Barang siapa yang mengucapkan: Jazallahu ‘anna Muhammadan maa huwa ahluh, ia akan menyibukkan 70 Malaikat pencatat amalan selama 1000 hari”. (HR. Imam ath-Thabraani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *