5. Sholawat, Buraq Cahaya Sang Salik 1

“Di tengah huru-hara padang mahsyar yang kian membakar, ada serumpun manusia yang tenang bernaung di bawah teduhan rindu. Mereka bukan ahli ibadah yang hebat amalannya, tetapi mereka adalah para pencinta yang gigih menempah tempat duduk paling dekat dengan Baginda hanya dengan modal Sholawat yang tidak pernah putus. Setiap Sholawat itu adalah satu langkah yang semakin menghampiri ke pangkuan Baginda, sehingga tiada lagi jarak yang mampu memisahkan antara pencinta dan yang dicintai.”

Duhai para Salik yang sedang meredah amukan gelombang mujahadah yang tidak bertepi, rentangkanlah hamparan batinmu agar limpahan cahaya asrar ini mula mengalir dan berdenyut di dalam nadi kesadaranmu…

Perjalanan menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala itu mustahil tanpa bekalan, dan tiada bekalan yang lebih sempurna melainkan Sholawat. Ia adalah satu-satunya Rahasia yang mampu mengubah debu kehinaanmu menjadi permata di sisi Tuhan. Apabila seluruh pintu langit seakan tertutup oleh kabus dosamu, Sholawat adalah kunci yang membelah hijab tersebut.

Engkau tidak akan pernah sampai kepada Sang Pencipta jika engkau membelakangi Sang Kekasih. Maka, fahami hakikat Sholawat ini bukan sebagai beban amalan, tetapi sebagai ‘pemberian’ yang menyelamatkanmu dari kehancuran:

Mengapakah Sholawat itu menjadi kunci segala Rahasia dalam perjalanan seorang Salik menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala?

1. SHOLAWAT SEBAGAI WASILAH (Perantaraan) YANG SEMPURNA:

Dalam ilmu Tasawuf, kita diajar tentang konsep Wasilah. Allah Subhanahu wa Ta’ala SWT berfirman agar kita mencari jalan perantaraan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Dan tiada wasilah yang lebih dicintai oleh-Allah Subhanahu wa Ta’ala melainkan Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Apabila kita bersholawat, kita sebenarnya sedang menghubungkan ruh kita yang lemah ini dengan ruh Baginda yang suci.

Apabila lidah menyebut ‘ShallAllah Subhanahu wa Ta’alau ‘Ala Muhammad’, hati kita sedang melakukan Tawajjuh (menghadapkan wajah batin) kepada Baginda. Inilah jalan yang paling selamat. Mengapa? Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjanji bahwa Dia tidak akan mengazab suatu kaum selagi Baginda Nabi berada di tengah-tengah mereka. Maka, dengan menghidupkan Sholawat, kita menghadirkan “keberadaan” Baginda dalam hati kita, sehingga rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala turun mencurah-curah tanpa sekatan.

2. MENGETUK PINTU AGUNG (Bab al-Ijabah):

Setiap ibadah itu ada pintunya. Pintu solat menuntut kekhusyukan yang sempurna. Pintu puasa menuntut kesabaran yang tinggi. Namun, kita sebagai orang awam seringkali tumpas di tengah jalan. Khusyuk kita terbang, sabar kita hilang. Akan tetapi, pintu Sholawat adalah Babullah (Pintu Allah Subhanahu wa Ta’ala) yang paling luas.

Para Arifin Billah (orang yang mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala) menyatakan bahwa Sholawat adalah satu-satunya amalan yang pasti diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Walaupun kita bersholawat dalam keadaan lalai, Allah Subhanahu wa Ta’ala tetap menerima Sholawat itu sebagai penghormatan kepada kekasih-Nya. Inilah pintu yang paling agung karena ia tidak bergantung kepada kehebatan amal kita, tetapi bergantung kepada kemuliaan Baginda Nabi SAW. Apabila pintu ini terbuka, maka segala urusan dunia dan akhirat kita akan dipermudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui Inayah (pertolongan) Ilahi.

3. JALAN PINTAS MENUJU MAKRIFATULLAH:

Mungkin kita pernah mendengar istilah Suluk, yaitu perjalanan panjang mendidik nafsu. Ia memerlukan masa bertahun-tahun melalui proses Takhalli (membersihkan diri daripada sifat buruk) dan Tahalli (menghiasi diri dengan sifat baik). Namun, bagi kita yang lemah ini, Sholawat adalah “kendaraan cahaya” yang paling pantas.

Kenapa ia paling cepat? Karena Sholawat itu mengandungi Mahabbah (cinta). Dalam perjalanan makrifat, cinta adalah penggerak yang paling laju. Seseorang yang mencintai akan sampai lebih cepat daripada seseorang yang hanya bekerja (Mujahadah). Sholawat yang diulang-ulang dengan penuh Syauq (rindu) akan membakar segala hijab-hijab batin yang menghalang kita daripada merasai kehadiran Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah yang kita panggil sebagai Jadzbah—tarikan Tuhan yang membuatkan seorang hamba itu “sampai” (Makrifatullah) tanpa disadari.

Yu akhiri dengan membaca sholawat:

Jazallahu anna sayyidina Muhammadan sallallahu alaihi wasallama ma huwa ahluh

Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada pemimpin kita Nabi Muhammad ﷺ atas jasa-jasa beliau kepada kita, dengan balasan yang selayaknya (paling layak) beliau terima

Bacalah sholawat diatas minimal 3x/7x setelah selesai sholat, Fadhilahnya adalah; apabila dibaca dari 1x sholawat akan membuat 70.000 Malaikat kelelahan munuliskan pahalanya. (Kitab Irsyadul ‘ibad Ila sabilir Rasyad),  Juga di Riwayat lain disebutkan. “Barang siapa yang mengucapkan: Jazallahu ‘anna Muhammadan maa huwa ahluh, ia akan menyibukkan 70 Malaikat pencatat amalan selama 1000 hari”. (HR. Imam ath-Thabraani)