4. Kematian Yang Indah Buat Ahli Sholawat – Jemputan Pulang Sang Kekasih

“Bagi sang pencinta, mati bukan lagi satu ketakutan,

Ia malam pengantin yang sekian lama dalam penantian.

Saat nafas di hujung halkum dan dunia mula menghilang,

Tersingkaplah hijab Rahasia menghapus segala keresahan.

Di gerbang abadi, terlihat wajah yang paling dirindui,

Menatap senyum Baginda Shallallahu ‘alaihi wasallam, terubatlah segala kerinduan.

Lihatlah Rahasia mengapa mereka pergi dengan senyuman,

Karena CINTA telah menjemput mereka ke alam keabadian.”

Wahai jiwa yang berkelana di bumi, pernahkah kita merenung Rahasia di balik  lisan yang tidak putus bersholawat kepada Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam? Sesungguhnya, setiap Sholawat yang dilafazkan bukan sekadar ganjaran pahala yang tersimpan di dalam kitab catatan, melainkan ia sedang menenun sehelai “Kain Kafan Cahaya” yang bakal membalut ruh saat perpisahan dengan dunia tiba.

KEMESRAAN DI AMBANG PERPISAHAN.

Bayangkan saat itu— seluruh kekuatan jasad kian luntur, dan pandangan mata mula menembusi alam malakut. Bagi mereka yang jauh dari Sholawat, itulah saat ketakutan terdahsyat. Namun bagi Ahli Sholawat, ia adalah puncak kemesraan.

Para kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala menyaksikan, ruh pencinta Sholawat tidak ditarik dengan kekerasan, balik nya ia dipanggil dengan penuh kelembutan. Mengapa? Karena di dalam diri hamba itu telah sebatinya cinta kepada Baginda Shallallahu ‘alaihi wasallam. Ruh yang telah menyatu dengan cahaya Sholawat kini menjadi haruman yang teramat wangi, sehingga penduduk langit tertanya-tanya: “Ruh siapakah yang sebegitu harum ini?”

SYAFAAT YANG HADIR SEBELUM AKHIRAT.

Sering kita menyangka syafaat hanya di Mahsyar, namun bagi Ahli Sholawat, ia bermula di pembaringan maut. Di saat syaitan cuba memesongkan iman, Sholawat muncul sebagai Perisai Cahaya, menghalang segala gangguan dan bisikan.

Lisan yang terbiasa bersholawat tidak akan kelu mengucap syahadah. Lidahnya ringan menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta’ala karena telah melatih diri dengan kunci segala pembukaan yaitu Sholawat ke atas Nabi-Nya. Itulah tanda kematian yang indah—lidah basah dengan syahadah dan hati yang tenang.

Dan bayangkan, dalam detik paling getir itu, hijab dibuka dan terlihatlah satu senyuman yang paling indah, senyuman Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang seolah-olah berkata: “Tenanglah wahai pencintaku, aku ada di sini bersamamu.” Sungguh inilah saat yang dinanti-nantikan oleh para pencinta Nabi, yaitu bertemu dan bersama Baginda di alam abadi. Sehingga dikatakan; karena terlalu asyik dengan melihat wajah Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika itu, tidak terasa saat ruh keluar dari jasad (tidak merasa sakit).

CAHAYA DI ALAM BARZAKH.

Apabila tubuh diletakkan di liang lahad dan kain kafan menyentuh tanah, jangan bimbang akan kesunyian. Sholawat yang sering dibaca ketika di dunia menjelma menjadi Peneman Indah. Ia akan duduk di sisi, menghibur dan memberitahu: “Berehatlah dengan tenang wahai Kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala, aku akan menjagamu hingga hari kebangkitan.”

Kubur yang gelap berubah menjadi taman cahaya yang luas, seluas mata memandang, karena cahaya Sholawat tidak berbatas.

SERUAN BUAT PARA MUSAFIR DUNIA.

Maka, wahai saudaraku, janganlah engkau membiarkan hari-harimu berlalu tanpa “bekalan cahaya” ini. Jadikanlah setiap turun naik nafasmu sebagai saksi cinta. Jika engkau merasa lelah dengan urusan dunia, kembalilah bersholawat. Jika engkau merasa takut dengan hari esok, kembalilah bersholawat. Dengan senantiasa bersholawat kita sedang tenggelam dalam samudera rahmat Tuhan Yang Maha Luas.

Sesungguhnya, tidak ada pelaburan yang lebih pasti melainkan Sholawat. Ia adalah modal yang akan kita tuai hasilnya saat kita paling memerlukannya—yaitu saat nyawa di hujung halkum. Biarlah dunia mengenal kita sebagai orang kebiasaan, namun bagi penduduk langit kita dikenali sebagai Pencinta Sholawat yang tidak pernah jemu. Teruslah bersholawat, sehingga ajal menjemput kita dalam keadaan sedang tersenyum, karena kita tahu siapa yang sedang menanti di alam penuh abadi nanti. Yakinlah bahwa RASULULLAH Shallallahu ‘alaihi wasallam pasti menyambut kita nanti dengan wajah tersenyum indah.

Yu akhiri dengan membaca sholawat:

Jazallahu anna sayyidina Muhammadan sallallahu alaihi wasallama ma huwa ahluh

Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada pemimpin kita Nabi Muhammad ﷺ atas jasa-jasa beliau kepada kita, dengan balasan yang selayaknya (paling layak) beliau terima

Bacalah sholawat diatas minimal 3x/7x setelah selesai sholat, Fadhilahnya adalah; apabila dibaca dari 1x sholawat akan membuat 70.000 Malaikat kelelahan munuliskan pahalanya. (Kitab Irsyadul ‘ibad Ila sabilir Rasyad),  Juga di Riwayat lain disebutkan. “Barang siapa yang mengucapkan: Jazallahu ‘anna Muhammadan maa huwa ahluh, ia akan menyibukkan 70 Malaikat pencatat amalan selama 1000 hari”. (HR. Imam ath-Thabraani)