36. Mahkota Jiwa Yang Tak Goyah.

Apalah gunanya menghias diri pada cermin yang retak? Maka usahlah dikau mencari Ridho di wajah insan, kerna sesungguhnya pujian itu racun yang manis dan cercaan itu adalah ubat yang kelat.

Menagih kasih pada insan, ibarat melukis di atas air; zahirnya nampak, namun hakikatnya hilang sebelum sempat digenggam.

Wahai diri, engkau adalah Rahasia yang Allah Subhanahu wa Ta’ala lengkapi,

Bukan sekadar hiasan di bibir insani;

Maka teguhlah berdiri di maqam jati diri,

Tanpa perlu rungsing akan cela yang memaki.

Jadilah seumpama jabal yang menjulang,

Tetap kukuh meski badai datang menerjang;

Takkan runtuh maruahmu dek kata yang kurang,

Karena nilai hamba pada Tuhannya tidak akan hilang.

Usah dipeduli bicara mereka yang fana,

Karena mereka bukan Pencipta yang mengukur makna;

Biarkan lisan mereka meniti hina,

Engkau tetaplah permata di sisi Yang Maha Esa.

Jangan habiskan umur membalas cercaan,

Namun sibukkanlah hati dengan ketaatan;

Baiki batinmu dari segala kekotoran,

Agar engkau bercahaya di hari perhitungan.

Pujian manusia hanyalah fatamorgana di padang pasir,

Manakala kejujuran hati itulah harta yang zahir;

Carilah Ridho Tuhan di setiap zikir,

Agar jiwamu tenang saat nyawa berakhir.

Gunung itu diam namun memberi manfaat,

Tidak perlu menjerit mencari martabat;

Begitulah hamba yang memiliki sifat makrifat,

Mulia di langit walau di bumi ia tersiat.

Mereka tidak hadir saat rohmu dibentuk,

Maka mengapa hatimu mudah tertunduk?

Bangunlah daripada lalai yang mengantuk,

Biar imanmu teguh takkan mampu ditebuk.

Pandanglah wajahmu di cermin kebenaran,

Bukan di mata makhluk yang penuh kesamaran;

Hargailah dirimu dengan penuh kesyukuran,

Atas kurniaan Tuhan yang tiada tandingan.

Siapa mengenal dirinya akan kenal Tuhannya,

Siapa memuja manusia akan hilang punca;

Pilihlah untuk menjadi hamba yang setia,

Agar engkau selamat dari fitnah dunia.

Jadilah “Gunung” dalam versimu yang paling murni,

Yang puncaknya sujud pada Ilahi;

Tinggalkan bayang-bayang yang menyakiti,

Dan melangkahlah menuju cahaya yang abadi.

Yu akhiri dengan membaca sholawat:

Jazallahu anna sayyidina Muhammadan sallallahu alaihi wasallama ma huwa ahluh

Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada pemimpin kita Nabi Muhammad ﷺ atas jasa-jasa beliau kepada kita, dengan balasan yang selayaknya (paling layak) beliau terima

Bacalah sholawat diatas minimal 3x/7x setelah selesai sholat, Fadhilahnya adalah; apabila dibaca dari 1x sholawat akan membuat 70.000 Malaikat kelelahan munuliskan pahalanya. (Kitab Irsyadul ‘ibad Ila sabilir Rasyad),  Juga di Riwayat lain disebutkan. “Barang siapa yang mengucapkan: Jazallahu ‘anna Muhammadan maa huwa ahluh, ia akan menyibukkan 70 Malaikat pencatat amalan selama 1000 hari”. (HR. Imam ath-Thabraani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *