Apalah gunanya menghias diri pada cermin yang retak? Maka usahlah dikau mencari Ridho di wajah insan, kerna sesungguhnya pujian itu racun yang manis dan cercaan itu adalah ubat yang kelat.
–
Menagih kasih pada insan, ibarat melukis di atas air; zahirnya nampak, namun hakikatnya hilang sebelum sempat digenggam.
–
Wahai diri, engkau adalah Rahasia yang Allah Subhanahu wa Ta’ala lengkapi,
Bukan sekadar hiasan di bibir insani;
Maka teguhlah berdiri di maqam jati diri,
Tanpa perlu rungsing akan cela yang memaki.
–
Jadilah seumpama jabal yang menjulang,
Tetap kukuh meski badai datang menerjang;
Takkan runtuh maruahmu dek kata yang kurang,
Karena nilai hamba pada Tuhannya tidak akan hilang.
–
Usah dipeduli bicara mereka yang fana,
Karena mereka bukan Pencipta yang mengukur makna;
Biarkan lisan mereka meniti hina,
Engkau tetaplah permata di sisi Yang Maha Esa.
–
Jangan habiskan umur membalas cercaan,
Namun sibukkanlah hati dengan ketaatan;
Baiki batinmu dari segala kekotoran,
Agar engkau bercahaya di hari perhitungan.
–
Pujian manusia hanyalah fatamorgana di padang pasir,
Manakala kejujuran hati itulah harta yang zahir;
Carilah Ridho Tuhan di setiap zikir,
Agar jiwamu tenang saat nyawa berakhir.
–
Gunung itu diam namun memberi manfaat,
Tidak perlu menjerit mencari martabat;
Begitulah hamba yang memiliki sifat makrifat,
Mulia di langit walau di bumi ia tersiat.
–
Mereka tidak hadir saat rohmu dibentuk,
Maka mengapa hatimu mudah tertunduk?
Bangunlah daripada lalai yang mengantuk,
Biar imanmu teguh takkan mampu ditebuk.
–
Pandanglah wajahmu di cermin kebenaran,
Bukan di mata makhluk yang penuh kesamaran;
Hargailah dirimu dengan penuh kesyukuran,
Atas kurniaan Tuhan yang tiada tandingan.
–
Siapa mengenal dirinya akan kenal Tuhannya,
Siapa memuja manusia akan hilang punca;
Pilihlah untuk menjadi hamba yang setia,
Agar engkau selamat dari fitnah dunia.
–
Jadilah “Gunung” dalam versimu yang paling murni,
Yang puncaknya sujud pada Ilahi;
Tinggalkan bayang-bayang yang menyakiti,
Dan melangkahlah menuju cahaya yang abadi.
Yu akhiri dengan membaca sholawat:
Jazallahu anna sayyidina Muhammadan sallallahu alaihi wasallama ma huwa ahluh
Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada pemimpin kita Nabi Muhammad ﷺ atas jasa-jasa beliau kepada kita, dengan balasan yang selayaknya (paling layak) beliau terima
Bacalah sholawat diatas minimal 3x/7x setelah selesai sholat, Fadhilahnya adalah; apabila dibaca dari 1x sholawat akan membuat 70.000 Malaikat kelelahan munuliskan pahalanya. (Kitab Irsyadul ‘ibad Ila sabilir Rasyad), Juga di Riwayat lain disebutkan. “Barang siapa yang mengucapkan: Jazallahu ‘anna Muhammadan maa huwa ahluh, ia akan menyibukkan 70 Malaikat pencatat amalan selama 1000 hari”. (HR. Imam ath-Thabraani)