RENUNGAN BUAT DIRIKU:
“Wahai diri yang sedang hanyut dalam samudera kelalaian, yang sibuk memintal benang-benang dunia yang rapuh lagi fana!
Tidakkah kau sadari bahwa di sana ada satu cahaya yang tiada mengenal padam,
Yang sinarnya menembusi tirai kegelapan,
Ketika kaki-kaki manusia gementar di Padang Mahsyar yang mengerikan?
–
Duhai sang jiwa yang sedang meraba-raba di dalam gelita…
–
Ketahuilah, sesungguhnya ia adalah pelita yang cahayanya tidak dijemput oleh minyak maupun sumbu,
Tetapi memancar dari sisi Zat Yang Maha Mulia,
Di saat lisan para Nabi mengucap “Nafsi, nafsi” (diriku, diriku),
Baginda berdiri teguh seraya merintih “Ummati, ummati” (umatku, umatku),
Maka, layakkah kau membisu?
Patutkah lidahmu kaku, sedangkan Sholawat itu adalah penyegar bagi ruh yang layu?
–
Demi Allah Subhanahu wa Ta’ala, seandainya kau singkap tabir hijab yang menutupi mata hatimu,
Niscaya kau akan melihat rembulan di langit malam itu tertunduk malu,
Merasa kusam di hadapan keelokan wajah Sang Kekasih yang biru,
Lihatlah sirah yang menceritakan, bagaimana awan di langit sanggup menjadi hamba yang setia, menaungi setiap langkah Baginda daripada terik matahari yang membara,
Jika awan yang tidak bernyawa pun sujud menghormati, mengapa hatimu yang keras itu masih enggan menyungkur diri?
–
Duhai diri yang mendambakan ketenangan…
–
Jadikanlah Sholawat itu seumpama hembusan nafasmu,
Jangan biarkan jantungmu berdegup melainkan ia berirama dengan nama Sang Nabi,
Karena sesungguhnya, tiada lubang kunci yang tidak dapat dibuka melainkan dengan anak kunci Sholawat,
Dan tiada sempitnya dada yang tidak dapat dilapangkan melainkan dengan penawar daripada harumnya nama AHMAD yang hebat.
–
Barangsiapa yang mengharumkan majlisnya dengan sebutan nama Sang Kekasih,
Niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengharumkan kuburnya dengan wangian kasturi yang jernih,
Barangsiapa yang menghias hari-harinya dengan rindu yang membara,
Niscaya dia akan dikumpulkan di bawah panji kemuliaan di hari huru-hara.
–
Wahai musafir akhirat!
–
Cinta itu bukannya pada dakwaan tetapi pada bukti yang dizahirkan,
Barangsiapa yang mencintai sesuatu, pastilah dia akan sering menyebutnya,
Barangsiapa yang sering menyebutnya, pastilah dia akan dicintai oleh-Nya,
Dan barangsiapa yang dicintai oleh-Nya, tempat kembalinya tidak lain melainkan di Firdausi-Nya,
Berdampingan dengan insan yang paling dicintainya.
–
Maka, bangkitlah dari tidurmu yang panjang!
Basuhlah lisanmu dengan air mawar Sholawat,
Jadikanlah setiap hembusan nafasmu sebagai saksi rindu yang tidak pernah tamat,
Karena esok, di saat tiada lagi pertolongan yang dapat dicari,
Hanya syafaat Baginda yang menjadi pelindung diri.”
Yu akhiri dengan membaca sholawat:
Jazallahu anna sayyidina Muhammadan sallallahu alaihi wasallama ma huwa ahluh
Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada pemimpin kita Nabi Muhammad ﷺ atas jasa-jasa beliau kepada kita, dengan balasan yang selayaknya (paling layak) beliau terima
Bacalah sholawat diatas minimal 3x/7x setelah selesai sholat, Fadhilahnya adalah; apabila dibaca dari 1x sholawat akan membuat 70.000 Malaikat kelelahan munuliskan pahalanya. (Kitab Irsyadul ‘ibad Ila sabilir Rasyad), Juga di Riwayat lain disebutkan. “Barang siapa yang mengucapkan: Jazallahu ‘anna Muhammadan maa huwa ahluh, ia akan menyibukkan 70 Malaikat pencatat amalan selama 1000 hari”. (HR. Imam ath-Thabraani)