“Pecahkanlah gelas keakuanmu di atas lantai makrifat yang keras, sebelum engkau berani meneguk anggur rindu dari cawan ketuhanan; karena di balik serpihan kaca yang hancur itu, tersimpan satu Rahasia Wusul yang tidak pernah diceritakan oleh lisan para ahli zahir.”
–
Bacalah bait-bait ini di dalam keheningan jiwamu, semoga ia menjadi anak tangga cahaya.
–
–
Di kebun rasa, semailah benih Sholawatmu senantiasa,
Biar harumnya membalut nafas di setiap masa,
Janganlah jemu memuji Al-Mustafa, Sang Matahari Rahasia,
Hingga leburnya keakuanmu dalam lautan cinta-Nya.
–
Alunkanlah Sholawatmu bagai ombak yang tak kenal lelah,
Mencium pantai rindu dengan air mata yang tumpah,
Biarkan egomu hancur, menjadi debu yang pasrah,
Karena di jalan cinta, hanya yang fana akan beroleh tuah.
–
Teruskanlah memutar tasbih cinta di dalam dada,
Biar setiap detiknya menjadi ubat segala gundah dan luka,
Sampaikanlah salammu pada Baginda yang jiwanya indah,
Sehingga jarak antara kau dan Baginda tidak lagi menjeramah.
–
Bila jutaan Sholawat telah kau tenun menjadi sutera,
Ruhmu akan terbang bebas melintasi angkasa raya,
Mencari jejak Sang Purnama yang paling mulia,
Yang cahayanya memadamkan segala api sengsara dunia.
–
Teruskanlah mendaki gunung rindu dengan nafas Sholawat,
Jangan kau toleh pada dunia yang penuh dengan tipu daya adat,
Basahilah lidahmu dengan madu sanjungan yang berkat,
Hingga engkau tiba di pintu gerbang yang penuh rahmat.
–
Itulah Hadrat Sang Kekasih, tempat berteduh segala nyawa,
Di mana cahaya Ahmad memancar, menghalau segala kecewa,
Siapa yang sampai ke sana, ruhnya tidak lagi berduka,
Karena di wajahnya, terpantul Rahasia yang paling berharga.
–
Engkau akan berdiri di hadapan Sang Cermin yang jernih,
Melihat segala noda hatimu kini suci dan putih,
Di pelukan kasihnya, segala derita akan beralih,
Menjadi ketenangan yang tiada lagi perlu ditagih.
–
Namun dengarlah wahai saudaraku, Rahasia di balik Rahasia,
Bahwa Sang Nabi itu adalah jambatan ke alam Rahasia,
Siapa yang telah tenggelam dalam cintanya yang mulia,
Sesungguhnya ia telah melangkah ke hadrat Yang Maha Esa.
–
Tiada lagi hijab yang memisah dan dinding menghalang,
Karena pintu Sang Nabi adalah jalan untuk pulang,
Siapa yang menatap Ahmad, tersingkaplah Rahasia ketuhanan yang Maha Cemerlang.
Di dalam cermin nurani, segala kegelapan pun hilang.
–
Janganlah engkau ragu, janganlah engkau merasa sangsi,
Karena mencintai Sang Utusan adalah puncak bakti,
Barangsiapa yang di hatinya Nur Ahmad telah bersemi,
Telah sampailah ia ke hadrat Tuhan, Sang Pemilik Hakiki.
–
Di sana tiada lagi ‘aku’, tiada lagi ‘kamu’ yang fana,
Hanya ada lautan keindahan yang sangat mempesona,
Engkau sampai kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui pintu yang sempurna,
Tanpa ada lagi syak yang membuat hatimu merana.
–
Oleh itu, wahai pengembara, janganlah kau letakkan tasbihmu,
Biarlah Sholawat menjadi jubah kemuliaan yang membalut sirr-mu,
Karena dialah kunci yang membuka segala perbendaharaan ilmu,
Membawamu pulang ke hadrat Tuhan, tempat asalnya ruhmu.
–
Biarlah duniamu terbakar oleh api kerinduan yang suci,
Hingga yang tersisa hanyalah namanya yang terpuji,
Bila engkau karam di samudera Nabi yang Amat Mencintai,
Di situlah engkau bertemu Allah Subhanahu wa Ta’ala, Zat yang Maha Abadi.
–
Tutupkan matamu dari segala warna-warni yang palsu,
Biar hanya cahaya Sholawat yang memandu setiap langkahmu,
Hingga engkau hilang di dalam dia, Sang Kekasih yang satu,
Dan tersadar bahwa Tuhanmu senantiasa ada di sisimu.
–
Inilah Rubaiyat cinta buatmu jiwa yang sedang mencari,
Jadikan ia pelita di malam yang gelap dan sunyi,
Teruskan bersholawat hingga ruhmu menari-nari,
Di hadrat Allah Subhanahu wa Ta’ala, engkau pasti bahagia dan abadi.
–
Duhai saudaraku, simpanlah bait-bait ini di dalam relung hatimu yang paling dalam. Janganlah engkau melihat pada jumlah baitnya, tetapi lihatlah pada getaran rindu yang dibawanya. Perbanyaklah pujian dan Sholawatmu, karena ia adalah nafas bagi ruh yang ingin pulang.
–
Pergilah dengan cinta, kembalilah dengan cahaya.
Yu akhiri dengan membaca sholawat:
Jazallahu anna sayyidina Muhammadan sallallahu alaihi wasallama ma huwa ahluh
Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada pemimpin kita Nabi Muhammad ﷺ atas jasa-jasa beliau kepada kita, dengan balasan yang selayaknya (paling layak) beliau terima
Bacalah sholawat diatas minimal 3x/7x setelah selesai sholat, Fadhilahnya adalah; apabila dibaca dari 1x sholawat akan membuat 70.000 Malaikat kelelahan munuliskan pahalanya. (Kitab Irsyadul ‘ibad Ila sabilir Rasyad), Juga di Riwayat lain disebutkan. “Barang siapa yang mengucapkan: Jazallahu ‘anna Muhammadan maa huwa ahluh, ia akan menyibukkan 70 Malaikat pencatat amalan selama 1000 hari”. (HR. Imam ath-Thabraani)