16. SHOLAWAT  Jalan Berdamai Dengan Tuhan

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan yang memegang Rahasia segala Qalbu, yang Rahmat-Nya mendahului murka-Nya, dan yang Cinta-Nya meliputi sekalian alam. Sholawat dan salam ke atas Junjungan Besar Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, penyuluh jalan bagi sekalian Salik yang meraba dalam kegelapan dunia.

Perjalanan kita menuju kepada-Nya bukanlah tentang siapa yang paling suci tanpa noda. Ghalibnya kita ini insan, seringkali tersungkur di lembah nafsu yang melalaikan. Jika kiranya pada hari ini engkau mendapati dirimu terbeban dengan seratus dosa yang menggunung, janganlah engkau berpaling lari daripada pintu-Nya dalam keadaan berputus asa. Sesungguhnya putus asa itu adalah hijab yang paling tebal antara hamba dan Tuhan, yang lebih berbahaya daripada dosa itu sendiri. Maka, usahakanlah walau sekelumit kekuatan untuk mengurangkannya walau dengan meninggalkan satu dosa dahulu.

Mungkin engkau bertanya, “Apakah makna satu dosa yang ditinggalkan itu di hadapan Tuhan?” Ketahuilah, satu langkah menjauhi maksiat itu adalah satu langkah menuju Tajalli (penyataan) cahaya-Nya dalam hatimu. Tuhanmu tidak menuntutmu menjadi malaikat dalam sekelip mata, tetapi Dia merindui rintihanmu di tengah malam, memohon ampun atas satu khilaf yang engkau sesali. Itulah jalan Taqarrub (mendekatkan diri) yang paling indah-yaitu mengakui kefakiran diri di hadapan kekayaan Ar-Rahman.

Jika engkau merasa lemah untuk melakukan seratus ketaatan, janganlah engkau biarkan dirimu tenggelam terus dalam kelesuan rohani. Kerjakanlah walau satu kebajikan yang kecil. Mungkin sekadar memberi minum kepada seekor kucing yang kehausan, atau melempar senyum tulus kepada saudaramu yang sedang berduka. Jangan kau remehkan yang kecil itu, karena pada yang kecil itulah seringkali tersembunyi ‘kelembutan’ Tuhan yang mampu menjulangmu ke maqam yang tinggi. Kita tidak tahu, amal yang manakah yang akan diterima-Nya. Boleh jadi, seribu solatmu terhijab oleh rasa riyak, namun satu sedekah yang sembunyi itu menjadi sebab engkau menggapai rahmat-Nya.

Jika engkau tidak tahu bagaimana hendak bermula, maka perbanyakkanlah Sholawat kepada Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sholawat adalah jalan paling mudah untuk menggapai rahmat Tuhan Yang Maha Luas.

“Sholawat itu Lautan Rahmat, pembuka tirai Jamal-Nya. Dan di balik Jamal-Nya, tersimpan Rahasia bahagia dunia akhirat.”

Begitulah caranya wahai orang yang berjalan, wahai orang yang dalam pencarian.

“Cinta Tuhan kepadamu itu lebih luas daripada samudera yang tiada bertepi. Cinta-Nya adalah cinta yang yang tidak berubah oleh ketaatanmu dan tidak berkurang oleh maksiatmu. Dia senantiasa menunggu dan menantimu kembali bersimpuh di bawah keagungan-Nya.”

Taat atau maksiat, bersholawatlah;

Susah atau senang, bersholawatlah;

Kaya atau miskin, bersholawatlah;

Sihat atau sakit, bersholawatlah;

Lapang atau sempit, bersholawatlah;

Yu akhiri dengan membaca sholawat:

Jazallahu anna sayyidina Muhammadan sallallahu alaihi wasallama ma huwa ahluh

Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada pemimpin kita Nabi Muhammad ﷺ atas jasa-jasa beliau kepada kita, dengan balasan yang selayaknya (paling layak) beliau terima

Bacalah sholawat diatas minimal 3x/7x setelah selesai sholat, Fadhilahnya adalah; apabila dibaca dari 1x sholawat akan membuat 70.000 Malaikat kelelahan munuliskan pahalanya. (Kitab Irsyadul ‘ibad Ila sabilir Rasyad),  Juga di Riwayat lain disebutkan. “Barang siapa yang mengucapkan: Jazallahu ‘anna Muhammadan maa huwa ahluh, ia akan menyibukkan 70 Malaikat pencatat amalan selama 1000 hari”. (HR. Imam ath-Thabraani)