11. Menenun Rindu di Hamparan Sholawat

SUMBER KEINDAHAN SEMESTA

=================

Di awal penciptaan, saat ketiadaan masih membisu,

Tuhan telah meniupkan Rahasia keindahan pada satu nama: MUHAMMAD Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Baginda bukan sekadar utusan, tetapi adalah punca segala cahaya,

Bayangkan dunia tanpa Baginda; ia hanyalah hamparan gelap yang bisu tanpa denyut aksara,

Sebuah kegelapan gelita yang memenjarakan jiwa,

Zahirnya adalah ketampanan yang tidak terperi,

Namun batinnya adalah kesempurnaan makna yang melampaui akal manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sang Pencipta sekalian alam,

Tidak sesekali menggoreskan takdir tanpa perhitungan yang maha halus,

Baginda dipilih melalui cinta yang paling purba,

Dijadikan Kekasih Utama yang menjadi wasilah antara Pencipta dan makhluk,

Setiap zarah di alam ini berhutang nyawa kepada kewujudan cahaya Baginda,

Tanpa MUHAMMAD Shallallahu ‘alaihi wasallam,

Bunga tidak akan mengenal warna,

Dan bintang tidak akan tahu cara untuk bersinar.

RACUN MAKRIFAT DI HUJUNG LIDAH dan KETERBATASAN ILMU.

=================

Di sini, di bibir yang bergetar menyebut nama-Mu,

Bermula sebuah racun yang paling indah,

Yaitu rindu yang membakar, namun tidak menghanguskan,

Yaitu sesak yang menghimpit, namun tidak mematikan,

Semakin aku cuba melukiskan wajah-Mu dengan kata,

Semakin aku lemas dalam lautan kekurangan diri,

Karena bagaimana mungkin sebuah cangkir yang retak,

Mampu menampung seluruh samudera keagungan-Mu?

Lidah para penyair telah menjadi kelu membatu di tekak,

Dakwat para ulama telah kering, hangus di tengah jalan,

Karena setiap huruf yang cuba memenjarakan kecantikan-Mu,

Akan hancur lebur dihempas gelombang cahaya-Mu yang tidak terbatas,

Kami menulis dengan tangan yang bergetar,

Merintih karena setiap pujian kami hanyalah penghinaan,

Berbanding hakikat diri-Mu yang sebenar.

Puncak ilmu kami hanyalah sebuah pengakuan yang pedih,

Bahwa Engkau adalah manusia, bernafas di bumi yang sama,

Namun di balik  kemanusiaan itu, ada Rahasia yang menggetarkan semesta,

Engkau adalah permata yang terjatuh di tengah belukar batu,

Engkau adalah manusia yang bukan seperti manusia,

Tetapi cahaya di atas cahaya, sebaik-baik ciptaan tanpa kecuali.

Inilah kekalahan paling indah buat akal kami,

Saat logika menyerah kalah pada Rahasia cinta-Mu yang tidak bertepi,

Seorang hamba yang mengakui butanya mata hati,

Bahwa kami tidak akan pernah benar-benar mengenal-Mu,

Kecuali jika Tuhan mencampakkan setitis kasih-Nya,

Untuk membasuh duka kami yang merindukan-Mu tanpa noktah.

RINTIHAN JIWA YANG JAUH.

=================

Di batas kalam ini, runtuhlah segala dinding kiasan,

Yang tinggal hanyalah esakan tanpa hiasan,

Rintihan jiwa mula membisikkan suaranya yang paling jujur,

Ini adalah suara jiwa yang merasa terasing di padang pasir dosa,

Kami berdiri di sini, ya RASULALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA,

Dipisahkan oleh ribuan tahun dan jutaan kekhilafan,

Namun, rindu ini tidak mengenal waktu,

Kami merintih, bukan karena kami hebat,

Tetapi karena kami terlalu jauh dan ingin kembali mendekat.

Setiap Sholawat yang meluncur dari bibir yang gementar ini adalah sebuah cubaan untuk mengetuk pintu syafaat-Mu,

Kami yang berlumuran debu dunia, hanya punya rintihan ini sebagai bekal,

Kami tahu, walau setinggi mana pun pujian kami,

Ia tetap tidak akan menambah kemuliaan-Mu yang sudah sedia di langit,

Namun, kami memuji agar diri kami yang hina ini mendapat sedikit tempias cahaya,

Inilah naskhah rindu kami, sebuah pengembaraan kata berakar daripada noktah pengakuan yang paling fakir,

Lalu karam dalam lautan tangisan yang tidak bertepi,

Memohon agar suatu hari nanti, di Padang Mahsyar yang terik,

Kami ditempatkan di bawah teduhan panji-panji kemuliaan-Mu.

“Andai Sholawat ini sebuah jambatan, maka setiap harakatnya adalah titisan darah rindu yang ingin menyeberangi lautan dosa untuk sampai ke taman MUHAMMAD Shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Yu akhiri dengan membaca sholawat:

Jazallahu anna sayyidina Muhammadan sallallahu alaihi wasallama ma huwa ahluh

Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada pemimpin kita Nabi Muhammad ﷺ atas jasa-jasa beliau kepada kita, dengan balasan yang selayaknya (paling layak) beliau terima

Bacalah sholawat diatas minimal 3x/7x setelah selesai sholat, Fadhilahnya adalah; apabila dibaca dari 1x sholawat akan membuat 70.000 Malaikat kelelahan munuliskan pahalanya. (Kitab Irsyadul ‘ibad Ila sabilir Rasyad),  Juga di Riwayat lain disebutkan. “Barang siapa yang mengucapkan: Jazallahu ‘anna Muhammadan maa huwa ahluh, ia akan menyibukkan 70 Malaikat pencatat amalan selama 1000 hari”. (HR. Imam ath-Thabraani)